marquee

Sugeng rawuh

Senin, 24 Oktober 2011

Mencintai karena Allah?? Apa itu??

Mencintai karena Allah adalah mencintai yang memang diizinkan, diperintahkan, dianjurkan bahkan dikasih pahala, seperti cinta ortu itu krn allah nyuruh kita berihsan, cinta kakak adik dan sesama muslim. (Mas Adhi Fikri)

dengan mencintainya akan menambah kecintaan qt kepadaNya (Ustadz Miftahudin bin Hasan)

Mencintai Allah Subhanahu wata’ala, berarti mencintai Rasulullah Sholallahu’alayhi wassalam, dan mencintai seseorang karena Allah, berarti menjaga kesesuaian cinta itu dengan tuntunan Allah Subhanahu wata’ala serta tuntunan Rasulullah Sholallahu’alayhi wassalam.

Apakah sama keadaannya orang yang hanya mengatakan ‘aku cinta padamu’ tanpa ia menikahinya, dengan orang yang berkata ‘aku mencintaimu’ dengan pendahuluan ta’aruf yang syar’i dan disahkan dalam pernikahan? Tidak!Karena bagi 2 orang yang saling mencintai dan menjaganya hingga masuk ke dalam gerbang pernikahan, maka mulai dari pernyataan cintanya, berpegangan tangannya, saling menatapnya, dsbnya bernilai pahala dan menggugurkan dosa. Sedangkan pada kondisi yang pertama, hal itu justru akan menghilangkan malu diantara kedua insan lain jenis itu sedikit demi sedikit, silaki-laki akan memandang si gadis dengan berulang-ulang, si laki-laki akan mencari cara untuk memegang tangannya, dan seterusnya yang tidak lain semua itu adalah zina-zina kecil, penghulu terjadinya zina yang besar, na’udzubillah.

Rasulullah bersabda, “Ya Tuhanku, aku adalah hamba-Mu—Engkau menyandangkan kemuliaan tanpa akhir dan memberi pahala tanpa akhir. Sebelum melakukan suatu tindakan, kita telah diberi kemuliaan. Jika kita mengetahui hal tersebut maka segalanya adalah untuk Allah. Salah satu tindakan yang penting adalah berhubungan dengan sesama manusia. Hal ini juga harus dilakukan karena Allah dan dengan cinta untuk Allah bukan dengan cinta untuk dirimu, sebab jika kalian mencintai seseorang bukan karena Allah , kadang-kadang cinta itu bisa rusak, tetapi jika cinta itu untuk Allah , dia tidak akan meninggalkanmu.

Segala sesuatu untuk Allah akan berlangsung terus-menerus, permanen sedangkan segala sesuatu untuk diri sendiri bersifat sementara. Oleh sebab itu ambillah yang permanen, jangan yang bersifat sementara. Cinta adalah anugerah yang paling berharga yang diberikan oleh Allah kepada kita melalui Rasulullah . Pada saat kalian memberikan cinta kepada seseorang berarti kalian memberikan sesuatu yang paling berharga yang kalian miliki. Berikanlah cinta itu kepada Allah agar menjadi permanen.

Jika kalian memberi cinta yang sifatnya sementara, itu berarti munafiq, dan sesungguhnya Allah akan menguji kalian dengan cinta kalian. Grandsyaikh Abdullah Fa’iz ad-Daghestani berkata jika kalian mencintai seseorang dan orang itu memberi segala macam kesulitan dan menyakitimu, kemudian meletakkan tubuhmu dalam mesin pemotong daging. Dan ketika keluar dari mesin tubuhmu masih seperti sediakala, kalian akan tetap mencintainya, berarti itu adalah cinta sejati dan itu adalah cinta untuk Allah . Tetapi jika karena satu kata yang dia ucapkan membuat kalian marah dan tidak mencintainya lagi, berarti itu adalah cinta palsu yang tidak nyata. Tak seorang pun akan menerima cinta seperti itu.

Saat kalian berkata bahwa kalian mencintainya karena Allah , kalian harus menerima segala hal yang berasal dari-Nya, kalau tidak kalian adalah orang yang munafiq. Berikanlah cintamu demi Allah sehingga pada saat dia mengganggumu,cintamu adalah untuk Allah. Hal ini sangat penting untuk diketahui dan dipelajari karena ini bisa membawa kalian ke posisi tertinggi. Semoga Allah memberi kita cinta yang tidak pernah berubah karena sesuatu, yang bersifat permanen dalam segala kondisi.
Cinta yang dijalin karena kepentingan duniawi tidak mungkin bisa langgeng. Bila manfaat duniawi sudah tidak diperoleh biasanya mereka dengan sendirinya berpisah bahkan mungkin saling bermusuhan. Berbeda dengan cinta yang dijalin karena Allah, tidak ada maksud dan tujuan kecuali Allah dan tidak mengharapan balasan kecuali dari Allah, mereka akan menjadi saudara yang saling mengasihi dan saling membantu, dan persaudaraan itu tetap akan berlanjut hingga di negeri Akhirat. Allah berfirman, artinya, “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67) Ya Allah, anugerahilah kami hati yang bisa mencintai teman-teman kami hanya karena mengharap keridhaan-Mu. Amin. (Ibnu Umar)

Ketahuilah, setiap orang arif tidak cinta segala sesuatu melainkan hanya cinta kepada Allah. Karena ia berkeyakinan dalam hati bahwa seluruhnya dari Allah. Dan melazimkan Cinta kepada Allah akan senang pada makhluk-Nya dan segala perbuatannya. Karena cinta kepadanya akan mendatangkan cinta kepada Allah, seperti cinta kepada Nabi Muhammad SAW karena beliau adalah pesuruh Allah. Begitu juga cinta kepada para sahabatnya karena cinta kepada Nabi SAW. Sedangkan cinta Nabi SAW akan menarik cinta kepada Allah. Begitu juga cinta kepada auliya’, dan ulama itu cinta kepada Allah. Cinta kepada makanan karena cinta kepada Allah, sebab makanan salah satu nikmat-Nya yang menjadi penguat untuk beribadah. Cinta kepada pakaian dan perempuan dan segala isi dunia karena cinta kepada Allah, semuanya nikmat Allah yang diberikan kepada kita. Setiap yang engkau cintai dikiaskan cinta kepada Allah.

Maka jika ada seseorang yang mengucapkan Ana yuhibbuka fillah (aku mencintaimu karena Allah), maka dalam arti yang sebenar-benarnya ialah cintanya itu ialah semata-mata karena Allah, yang dimaksud kalimat cinta disini bukanlah sebagaimana kalimat cinta antara hubungan asmara pemuda-pemudi, akan tetapi lebih cenderung kepada hubungan cinta kasih yang ikhlas antara sesama muslim dalam arti persaudaraan serta tidak ada nafsu dan syahwat yang melekat, karena bukan nafsu dan syahwat lah ia cinta melainkan karena hanya Allah. Karena dengan ia melihat/teringat seseorang tersebut, maka dia `melihat’ pandangan bathinnya tertuju semata-mata karena Allah dan mendatangkan kecintaan terhadap Allah atau urusan ukrawi.

Kecintaan seorang muslim terhadap muslim lainnya tentu bukan disebabkan nafsu syahwat yang memuncak dalam perasaannya, tetapi karena kesadaran terhadap ukhuwah dan peningkatan iman kepada Allah dan Rasul-Nya. Kecintaan terhadap akhlaq yang mulia atau ketaatan dan ketakwaannya kepada Allah. Karena itu, ungkapan cinta mereka bukan merupakan pernyataan gombal diantara mereka seperti halnya ungkapan-ungkapan cinta oleh orang-orang sekarang yang mengikuti dari golongan non muslim yang hanya disampaikan setiap hari valentine saja. Tapi haruslah mengungkapkannya seperti yang disunnahkan oleh Rasululah.

Islam membimbing kita agar mengutarakan perasaan cinta ini dengan terus terang yaitu uhibbuka fillah atau uhibbuki fillah. Ungkapan ini membedakan antara cinta yang dilandasi iman dengan cinta yang berdasarkan syahwat. manakala seorang muslim menerima perkataan ini maka ia hendahnya menjawab Ahabbakallah lima ahbabtani iyyahu (semoga Allah mencintai anda disebabkan kecintaan anda kepadaku kepada Dia). Ungkapan mesra seperti ini akan menambah eratnya tali ikatan ukkuwah diantara sesama muslim.

Memang harus dibedakan mana yang mencintai pasangan jenisnya karena Allah Azza wa Jalla dan mana yang sekedar cinta karena ketertarikan kepada pasangan jenis saja, dan keduanya jelas berbeda. Hal itu dapat dilihat dari motif dasar dia mencintainya. Apakah dasarnya adalah agama dan keshalihannya ataukah tidak?

Biasanya seseorang mencintai kepada pasangan jenis, karena memang orang itu suka atau tertarik pada pasangan jenisnya saja, karena kecantikan dan ketampanan, atau hal lain yang menarik baginya. Dan tidak didasarkan cinta karena Allah Tabaraka wa Ta’ala.
Oleh karena itu sebaiknya kita semua kembali melihat diri kita masing-masing, apakah sifat cinta karena Allah Azza wa Jalla telah ada dalam diri kita ataukah belum? Kalau sudah bersyukurlah dan mintalah kepada Allah agar tetap istiqomah, dan kalau belum marilah kita perbaiki iman dan Islam kita sehingga bisa tumbuh sifat tersebut dalam diri kita.

Dan perlu kita ketahui, kalau seandainya seseorang itu benar-benar cintanya karena Allah, maka pasti ia akan berusaha berjalan sesuai dengan syari’at agama Allah, dan tidak akan melanggar ketentuan-ketentuan dan larangan-larangan dari Allah Tabaraka wa Ta’ala. Wallahu a’lam.

Minggu, 23 Oktober 2011

Abah

Kau tinggalkan kenangan yang mendalam
dalam kesendirian ku mengingatmu
meski hanya sedikit kenangan tentangmu
ku coba menemukannya...

Ku menangis dalam hati
berpura-pura mengikhlaskan kepergianmu
agar kau tetap tersenyum di atas sana
melihat anak-anakmu berdiri tegak disini...

Kini aku mengerti betapa kerasnya hidup
tak seperti yang dulu kubayangkan
namun, aku masih tak bisa seperti dirimu
yang masih bisa tetap tersenyum, bahkan tertawa...

abah, aku mohon maaf
karena aku belum bisa sepertimu...

Mungkinkah “Dia” jodohku, ya Allah ??


Pertama kali aku bertemu, sepertinya aku sudah lama mengenal “dia”, entah karena wajahnya yang familiar atau memang aku (dulu) pernah mengenal “dia”. Begitulah penilaianku kepada “dia” saat pertama kenal di kelas I. Entah kenapa “Dia” selalu hadir saat aku merasa sendiri, saat hati ini merasa sakit, dan saat cinta ini bertepuk sebelah tangan.
Sebut saja “Dia”, seorang wanita berjilbab yang berkulit hitam manis dan senyumnya pun juga manis. Jujur, aku suka melihat “Dia” (hanya sebatas suka) mungkin karena “Dia” punya teman yang lebih cantik dan aku lebih suka (bahkan Cinta) pada “teman Dia”. Namun, aku sadar siapalah aku dan siapa “teman Dia”, dalam pikirku ngga mungkin seorang seperti “teman Dia” mempunyai rasa yang sama seperti perasaanku kepada “teman Dia”, walaupun aku dan “teman Dia” sangat akrab tapi itu hanyalah sebatas teman tidak lebih.
Setahun berlalu, aku dan “Dia” kembali satu kelas tapi tidak dengan “teman Dia”. “teman Dia” memilih jurusan yang berdeda dengan aku. Mungkin, dengan begitu perasaanku terhadap “teman Dia” akan hilang dan benar juga setelah satu bulan rasa itu telah pergi walau belum seluruhnya. Namun aku masih tetap suka kepada “Dia” (masih sebatas suka). Di tahun ini, ada murid baru dari luar kota. Berkulit putih dan berparas cantik, sungguh mempesona ciptaan-MU ya Allah. Sekali lagi, nyaliku terlalu kecil untuk mengutarakan kekagumanku kepada murid baru itu, hati kecilku berkata, “mungkin murid baru itu hanyalah cinta sesaat, jadi pastilah besok akan hilang”.
Di tahun ketiga, tidak ada lagi pengacakan kelas. Dan itu artinya, untuk ketiga kalinya aku dan “Dia” satu kelas. Seperti kata pepatah jawa “Witing tresno jalaran soko kulino”, itu yang aku rasakan saat itu. Rasa suka yang dulu, kini berubah menjadi sayang. Aku tak tahu, apakah itu sayang sebenarnya atau hanya sebatas rasa sayang kepada teman satu perjuangan. Apapun itu, aku merasa nyaman dengan perasaan itu. Rasa sayang kepada “Dia” semakin menjadi-jadi saat hari-hari terakhir sekolah. Saat itu, aku ingin mengungkapkan sayang ini kepada “Dia”, tapi aku belum mampu.
 Sebulan setelah kelulusan Madrasah Aliyah, aku jarang sekali bertemu dengan “Dia”, aku selalu memikirkannya, berharap “Dia” tahu perasaanku. Di tengah kegalauan, hati ini kembali merasakan cinta yang melebihi rasa sayangku kepada “Dia”. Cinta ini tidak kepada “teman Dia” atau kepada murid baru itu, tetapi kepada seorang wanita yang umurnya 4 tahun lebih muda dari aku, wanita itu adalah tetanggaku di rumah sebut saja “teman rumah”. Cinta itu berawal dari kegiatan sms, dalam smsnya, “teman rumah” selalu curhat tentang semua masalah-masalahnya mulai dari sekolah, keluarga bahkan masalah cintanya. Mungkin karena kegiatan sms itu rasa cinta timbul dengan mudah, dan aku merasa akulah yang paling pantas menemani “teman rumah”ku, akulah yang paling pantas disamping “teman rumah”ku,  akulah yang paling bisa membuat hati “teman rumah”ku kembali bahagia.
Tepat pada ulang tahunku yang ke 19, aku pergi merantau. Di perantauan aku masih setia mendengar curhatan “teman rumah”ku. Namun,  di bulan kelima perantauanku aku tak pernah lagi dapat kabar dari “teman rumah”. Di suatu waktu, aku mencoba menelfon “teman rumah” namun aku kaget karena suara yang ada di telfon adalah seorang laki-laki. Pikiranku melayang, kegalauan semakin menjadi-jadi, aku putuskan untuk tidak lagi berhubungan dengan “teman rumah”ku. Lagi-lagi, ditengah kegalauan “Dia” kembali hadir. Hatiku berkata, “mungkinkah ini semua sudah direncanakan?? Tapi, siapa yang merencanakan??”, pertanyaan ini selalu menghantui diriku, “apakah “Dia” memang jodoh untukku??”. Namun, seperti biasa “Dia” hilang dalam pikiranku ketika aku kembali merasakan cinta pada seorang wanita. Kali ini, wanita itu adalah “teman kerja”ku. Benih-benih cinta mulai tumbuh karena aku sering jalan dengannya dan sesekali mendengar curhatannya. Aku meyakinkan hati ini agar tidak mencintainya, aku tak ingin merusak hubungan “teman kerja”ku dengan kekasihnya. Dan aku berhasil, aku mulai bisa melupakan cinta “teman kerja”ku.
Setahun berlalu aku mencoba menghubungi “Dia” kembali. Alhamdulillah, “Dia” langsung merespon niatku ini. Walaupun lewat SMS aku merasa bahagia dan “Dia”pun sepertinya ikut bahagia. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, aku dan “Dia” semakin dekat. Hatiku berkata, semoga “Dia” memang yang terbaik untukku, dan akan ku akhiri pencarian ini.
Hampir 2 tahun merantau, niat untuk kuliah tumbuh lagi. Aku ingin menepati janji kepada diriku sendiri dan kepada “teman rumah”ku. Aku berjanji,  aku pergi ke kota selain untuk mencari uang, juga untuk melanjutkan sekolah. Petaka cinta datang di pertengahan semester 2, pepatah jawa “Witing tresno jalaran saka kulino” sepertinya memang benar. Walaupun aku tahu “teman kuliah”ku sudah mempunyai kekasih, tapi virus itu terus menyebar. Sampai sekarang, saat aku menulis tulisan ini, rasa untuk memiliki “teman kuliah”ku masih ada.
Kegalauan hati ini semakin menjadi-jadi, saat aku melihat temanku berdua dengan pacarnya, ada rasa iri dalam hati. Tapi, siapa yang mau menjadi kekasihku. Apakah “teman Dia”atau “murid baru” itu, yang keduanya akupun tak tahu sekarang ada dimana. Kepada “teman rumah”ku, yang saat ini mungkin “teman rumah”ku sedang memikirkan pemilik hatinya (tapi bukan aku). Kepada “teman kerja”ku, yang aku tahu “teman kerja”ku mencintai kekasihnya lebih dari apapun dan aku tak mungkin bisa merusak itu. Kepada “teman kuliah”ku, yang aku masih ragu dengan perasaanku, apakah aku mencintainya karena setulus hati atau aku mencintainya hanya sebagai adikku dan aku peduli dengan keadaan “teman kuliah”ku. Ataukah kepada “Dia”, yang selalu hadir di saat yang tepat , yang bisa mengerti semua keadaanku, tapi aku belum pernah tahu isi hatinya, aku belum pernah menanyakan tentang perasaan ini karena aku takut. Takut, jika aku jujur kepada “Dia”, aku tak berani lagi bertemu dengan “Dia”.
Prinsipku, aku ingin mengucapkan “AKU CINTA PADAMU” hanya kepada satu wanita dalam seumur hidupku, wanita yang akan menjadi ibu dari anak-anakku, wanita yang akan menemaniku hingga tua, dan wanita yang bisa mencintaiku apa adanya. Siapapun wanita itu, baik “Dia”, “Dia” atau “Dia”, semuanya kan kuserahkan pada-MU ya Allah. Engkaulah penguasa hati semua makhluk-MU. Karena aku yakin “JODOH DI TANGAN TUHAN”. Semoga Engkau mendengar curhatanku ini Ya Allah.

Jumat, 21 Oktober 2011

Kata-kata Mutiara Spongebob dan Patrick

Inilah kumpulan kata-kata mutiara dalam film SpongeBob...yang begitu menyentuh...

1."pengetahuan tidak dapat menggantikan persahabatan. Aku (Patrick) lebih suka jadi idiot daripada kehilanganmu (Spongebob)"

2. spongebob: Apa yg biasanya kau lakukan saat aku pergi?
patrick : menunggumu kembali..

3. Saat spongebob menjadi kaya dan melupakan patrick juga tmn2 spongebob yang kaya pergi dari spongebob, spongebob memohon kepada patrick, dan patrick berkata:
"kalau uang bisa membuatku melupakan sahabat terbaikku, maka aku lebih memilih untuk tidak punya uang sama sekali"

4. Saat patrick di fitnah mencuri jaring ubur2 nya spongebob,patrick berkata:
" Tak apa kawan.. aku mungkin hanya bintang laut yang jelek.. lebih baik aku pergi dari bikini bottom.. ini, ambil saja barang2ku.. tapi aku tak pernah mengambil jaring mu kawan.."
(Patrick dituduh nyolong jaring dan dia sabar aja)

5. Patrick berteriak : "AKU JELEK DAN AKU BANGGA!!!"

6. Kalau kamu memberitahukan rahasia kepada seseorang, maka itu namanya bkn rahasia lagi.

7. pas spongebob mau masuk anggota jelly spotter.. terakhirnya patrick bilang:
"pemujaan yang berlebihan itu tidak sehat.."

8. waktu itu ortu Patrick mau datang jenguk anaknya. Tapi Patrick takut dikatain bodoh sama ortunya. Demi Patrick, SpongeBob bela2in akting jadi orang bego biar ortu Patrick ga ngatain anaknya bego. Trus Patrick bilang ke SpongeBob:
"TEMAN ADALAH KEKUATAN"

9. waktu patrick dianggap ada keturunan raja terus mulai ngambil barang2 milik orang lain, terus dia berkata:
"hidup itu memang tidak adil, jadi biasakanlah dirimu"...

10. waktu sponge bob mau les nyetir buat dapetin sim..
"seharusnya kau belajar berjalan dulu nak, baru lah kau bisa berlari.."

11. waktu episode yg si spongebob nyari spatula baru, terus dia dapet spatula yg emas (klo ga salah), tapi si spatula emasnya ga nurut sama si spongebob akhirnya dia balik pk spatula nya yg lama.si spongebob ngomong:
"Ternyata semua yg berkilau itu belum tentu emas"

12. waktu spongebob terjepit oleh suatu benda yang akhirnya bisa terlepas karena air mata spongebob dan patrick, kemudian spongebob berkata "Kadangkala, menangis itu bisa memecahkan masalah"

Kamis, 20 Oktober 2011

Sahabat dan Pohon

Persahabatan layaknya sebatang pohon
jangan lupa siram dengan air candaan,
sinari dengan cahaya senyuman
walau akan terserang hama perselisihan
namun ingatlah selalu akan pupuk kebersamaan.

Persahabatan layaknya sebatang pohon
semakin tinggi pohon, semakin banyak ujian yang menerpa
namun, semestinya semakin kokoh juga akar-akar pengertian
yang mengikat.

Mz Pii "ketika persahabatanku diambang kehancuran"

Badai Pasti Berlalu

Malam tlah merenggut semangat hari ini,
menutup diari yang telah tercatat rapi di hati
ribuan bintang menatap penuh mesra
menemani ragaku ke alam mimpi

Ku tetap tersenyum dalam tidurku
dan akan tetap tersenyum sampai pagi
karena aku yakin...
Badai Pasti Berlalu

Mz Pii dalam Catatan hari ini

Rabu, 02 Maret 2011

Saat Iblis bertamu kepada Rasulullah SAW

Iblis Terpaksa Bertamu Kepada Rasulullah  SAW
(dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas)
Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman  seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari  luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan  membutuhkanku.”
Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang  memanggil?”
Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih  tahu.”
Beliau melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah  bersamanya.” 
Umar bin Khattab berkata: “Izinkan aku membunuhnya wahai  Rasulullah”.
Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah  kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih  baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah  untuk ini,  pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan  baik.”
Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka,  ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut  seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya  seperti bibir sapi.
Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu  para hadirin…”
Rasulullah SAW lalu menjawab:  “Salam hanya  milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa  keperluanmu?”
Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas  kemauanku, namun karena terpaksa.”
“Siapa yang  memaksamu?”
Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku  dan berkata:
“Allah  SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan  diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah  dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau  berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup  angin.”
“Oleh  karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku  berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”

Orang Yang Dibenci Iblis
Rasulullah  SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur,  siapakah manusia yang paling kau benci?”
Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk  Allah yang paling aku  benci.”
“Siapa  selanjutnya?”
“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi  kepada Allah SWT.”
“lalu siapa  lagi?”
“Orang Aliim dan wara’  (Loyal)”
“Lalu siapa  lagi?”
“Orang  yang selalu  bersuci.”
“Siapa  lagi?”
“Seorang fakir yang sabar dan tak pernah  mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.”
“Apa tanda  kesabarannya?”
“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya  kepada orang lain selama 3  hari, Allah akan memberi pahala orang -orang  yang sabar.”
” Selanjutnya  apa?”
“Orang kaya yang bersyukur.”
“Apa tanda  kesyukurannya?”
“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan  mengeluarkannya juga dari tempatnya.”
“Orang seperti apa Abu  Bakar menurutmu?”
“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam  Islam.”
“Umar bin  Khattab?”
“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”
“Usman bin  Affan?”
“Aku  malu kepada orang yang  malaikat pun malu kepadanya.”
“Ali bin Abi  Thalib?”
“Aku  berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan  aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

Amalan Yang  Dapat Menyakiti Iblis
“Apa yang kau rasakan  jika melihat seseorang dari umatku yang hendak  shalat?”
“Aku  merasa panas dingin dan gemetar.”
“Kenapa?”
“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x  kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”
“Jika seorang umatku  berpuasa?”
“Tubuhku terasa terikat hingga ia  berbuka.”
“Jika ia berhaji?”
“Aku  seperti orang gila.”
“Jika ia membaca al-Quran?”
“Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”
“Jika ia  bersedekah?”
“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku  dengan gergaji.”
“Mengapa bisa begitu?”
“Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya.  Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak  akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam  musibah akan terhalau dari dirinya.”
“Apa yang dapat mematahkan  pinggangmu?”
“Suara kuda perang di jalan  Allah.”
“Apa yang dapat melelehkan  tubuhmu?”
“Taubat orang yang bertaubat.”
“Apa yang dapat membakar hatimu?”
“Istighfar di waktu siang dan malam.”
“Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”
“Sedekah yang diam – diam.”
“Apa yang dapat menusuk  matamu?”
“Shalat fajar.”
“Apa yang dapat memukul  kepalamu?”
“Shalat berjamaah.”
“Apa yang paling mengganggumu?”
“Majelis para ulama.”
“Bagaimana cara makanmu?”
“Dengan tangan kiri dan jariku.”
“Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”
“Di bawah kuku manusia.”

Manusia Yang Menjadi  Teman Iblis
Nabi  lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai  Iblis?”
“Pemakan riba.”
“Siapa sahabatmu?”
“Pezina.”
“Siapa teman  tidurmu?”
“Pemabuk.”
“Siapa  tamumu?”
“Pencuri.”
“Siapa utusanmu?”
“Tukang sihir.”
“Apa yang membuatmu gembira?”
“Bersumpah dengan  cerai.”
“Siapa  kekasihmu?”
“Orang  yang meninggalkan  shalat jumaat”
“Siapa manusia yang paling  membahagiakanmu?”
“Orang  yang meninggalkan shalatnya dengan  sengaja.”

Iblis Tidak Berdaya Di  hadapan Orang Yang Ikhlas
Rasulullah SAW lalu  bersabda : “Segala puji bagi Allah  yang telah membahagiakan umatku dan  menyengsarakanmu.”
Iblis segera menimpali:
“Tidak,tidak.. tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia  dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan  mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga  hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua.  Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba  Allah yang  ikhlas.”
“Siapa orang yang ikhlas  menurutmu?”
“Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa  barang siapa yang menyukai  emas dan perak, ia bukan orang yang  ikhlas. "
"Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan  dirham, tidak suka pujian  dan sanjunang, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku  meninggalkannya. "
"Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan  dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh  padaku.”

Iblis Dibantu oleh 70.000 Anak-Anaknya
“Tahukah kamu  Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki  70.000 syaithan.
Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk  menggangu anak – anak muda, sebagian untuk menganggu orang -orang tua, sebagian untuk  menggangu wanta – wanita tua, sebagian anak -anakku juga aku tugaskan  kepada para Zahid.
Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya,  manusia tidak akan  mengantuk pada waktu shalat berjamaah.
Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di  mata orang yang sedang  mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya  terhapus.
Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan  kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan  terhapus.
Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan  duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang  memandanginya.”
Syaithan juga berkata, “keluarkan tanganmu”, lalu  ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi  kukunya.
“Mereka, anak – anakku selalu meyusup dan berubah dari satu  kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda  manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.
Akhirnya  mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.
Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada  rahib yang telah beribadat  kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya  hingga ia berzina, membunuh dan kufur.”

Cara Iblis Menggoda
“Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari  diriku?
Akulah mahluk pertama yang berdusta.
Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa  bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.
Tahukah kau  Muhammad?
Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah  bahwa aku benar – benar menasihatinya.
Sumpah dusta adalah  kegemaranku.
Ghibah (gossip) dan Namimah (Adu domba)  kesenanganku.
Kesaksian palsu kegembiraanku.
Orang yang bersumpah untuk  menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan  walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata – kata  cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu  hingga hari kiamat. jadi semua anak – anak zina dan ia masuk neraka  hanya karena satu kalimat, CERAI.
Wahai Muhammad, umatmu  ada yang suka mengulur  ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya  waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia  melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya  kemukanya.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat.  Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, iapun  menoleh. pada saat iatu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya  serta aku katakan ’shalatmu tidak sah’
Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam  shalatnya akan dipukul.
Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia  untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.
jika ia  berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan  tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya  sebelum imam.
Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan  wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.
Jika ia berhasil  mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika  ia tidak menutup mulutnya  ketika mnguap, syaithan akan masuk ke dalamdirinya, dan membuatnya  menjadi bertambah serakah dan gila dunia.
Dan iapun semakin taat padaku.
Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku  memerintahkan orang miskin  agar meninggalkan shalat. aku katakan padaknya, ‘kamu tidak wajib shalat, shalat hanya  wajib untuk orang yang  berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau  shalat.’
Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil  meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.
Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan  menjadikanku debu.
Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira  dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari  islam?”

10 Hal  Permintaan Iblis kepada Allah SWT
“Berapa hal  yang kau pinta dari  Tuhanmu?”
“10  macam” 
“Apa  saja?”
“Aku  minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia,  Allah mengizinkan.”
Allah berfirman,
“Berbagilah dengan manusia dalam  harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali  tipuan.” (QS Al-Isra :64)
“Harta yang  tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari  makanan haram dan yang  bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama  Allah.
Aku minta  agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan  istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan  anak yang dilahirkan akan  sangat patuh kepada syaithan.
Aku minta agar bisa ikut bersama  dengan orang yang menaiki  kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.
Aku minta agar Allah menjadikan kamar  mandi sebagai rumahku.
Aku minta agar Allah menjadikan pasar  sebagai masjidku.
Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai  Quranku.
Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman  tidurku.
Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia  jadikan orang yang  membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.”
Allah  berfirman,
“Orang  -orang boros adalah  saudara – saudara syaithan. ” (QS Al-Isra : 27).
“Wahai Muhammad,  aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara  mereka tidak bisa  melihatku.
Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk  mengalir dalam aliran darah manusia.
Allah menjawab, “silahkan”,  dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat.
Sebagian besar manusia  bersamaku di hari kiamat.”
Iblis berkata : “Wahai muhammad,  aku tak bisa menyesatkan  orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan  menggoda.
Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun…!!!
Sebagaimana  dirimu, kamu tidak bisa  memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan  amanah.
Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir  pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab  untuk orang yang telah ditentukan sengsara.
Orang  yang bahagia adalah orang  yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.”
Rasulullah SAW lalu  membaca ayat :
“Mereka akan terus  berselisih kecuali orang  yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud :118 -  119)
juga membaca,
“Sesungguhnya  ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab :  38)
Iblis lalu  berkata:
“Wahai Muhammad Rasulullah, takdir  telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para  nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin  mahluk  mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si  celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku  sampaikan kepadamu. dan aku tak  berbohong.”
Sampaikanlah risalah ini kepada saudara-saudara kita, agar mereka mengerti dengan benar, apakah tugas-tugas dari Iblis atau Syaithan tsb. Sehingga kita semua dapat mengetahui dan dapat mencegahnya dan tidak menuruti bisikan dan godaan Iblis atau Syaithan.
Mudah-mudahan dengan demikian kita dapat setidak-setidaknya membuat hidup ini lebih nyaman dan membuat tempat serta lingkungan kita lebih aman.